Kader Bank Sampah "Yoga Mesari" Desa Mengwi Terus Menggiatkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Mengwi – Bank Sampah "Yoga Mesari" Desa Mengwi hadir sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis sumber, didukung oleh kader-kader aktif yang bertugas di masing-masing banjar. Berdasarkan landasan hukum dari beberapa Surat Keputusan (SK) Perbekel Mengwi, yaitu SK No. 36 Tahun 2020 tentang Pembentukan Bank Sampah dan Penunjukan Kader Pembina Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, SK No. 121 Tahun 2023 serta SK No. 85 Tahun 2024 tentang Pembentukan Kader Bank Sampah Desa Mengwi, pemerintah desa secara bertahap memperkuat upaya ini dengan menunjuk kader di berbagai wilayah.
Saat ini, terdapat 55 kader yang tersebar di berbagai banjar dengan rincian sebagai berikut:
- Br. Delod Bale Agung: 7 orang
- Br. Pande: 6 orang
- Br. Pandean: 2 orang
- Br. Batu, Br. Gambang, Br. Munggu, Br. Serangan, Br. Peregae, Br. Lebah Pangkung, Br. Pengiasan, dan Br. Alangkajeng: masing-masing 5 orang
Tugas dan Kegiatan Kader Bank Sampah
Para kader memiliki peran penting dalam mendukung program Bank Sampah, dengan beberapa kegiatan utama, yaitu:
-
Pemilahan Sampah
Setiap kader melakukan pemilahan sampah dari masyarakat di banjar masing-masing. Sampah yang telah dipilah, terutama jenis plastik dan anorganik, ditimbang dan hasilnya dicatat sebagai saldo tabungan bank sampah masyarakat. Program ini memungkinkan warga mengakumulasi nilai ekonomis dari sampah yang dikumpulkan. -
Edukasi Rutin
Selain pengumpulan sampah, kader juga berperan sebagai edukator dengan mengunjungi rumah-rumah warga setiap bulan. Dalam kunjungan ini, mereka memberikan pengetahuan tentang pemisahan sampah organik dan anorganik agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.
Dengan kehadiran kader di setiap banjar, Desa Mengwi berharap dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengubah sampah menjadi sumber nilai ekonomis. Bank Sampah "Yoga Mesari" diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain dalam membangun ekosistem yang mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.


