Data Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia

13 Maret 2025
Administrator
Dibaca 33 Kali
Data Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia

Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia memberikan gambaran tentang distribusi demografi di setiap banjar. Klasifikasi usia ini mencakup kategori anak, balita, remaja, dewasa, pra-lansia, dan lansia. Dengan adanya data ini, kita dapat memahami sebaran usia masyarakat dan potensi kebutuhan layanan sosial, pendidikan, serta kesehatan di masing-masing wilayah.

Banjar Anak Balita Dewasa Lansia Pra Lansia Remaja Tidak Valid Jumlah
Alangkajeng 41 36 238 91 82 70 0 558
Batu 46 21 321 112 122 116 0 738
Delod Bale Agung 88 74 545 222 222 174 0 1325
Gambang 32 40 296 114 92 89 0 663
Lebah Pangkung 57 37 363 141 130 99 0 827
Munggu 60 37 331 148 127 94 0 797
Pande 80 64 509 179 180 152 0 1164
Pandean 9 16 94 42 30 25 0 216
Pengiasan 28 23 282 111 134 85 0 663
Peregae 48 24 287 121 83 103 1 667
Serangan 38 25 266 98 81 75 2 585
Total 527 397 3532 1379 1283 1082 3 8203

Dari data yang disajikan, terlihat bahwa kelompok usia dewasa memiliki jumlah tertinggi dengan 3.532 jiwa atau sekitar 43,1% dari total penduduk. Hal ini menunjukkan dominasi penduduk usia produktif di desa ini, yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat.

Kelompok pra-lansia dan lansia juga memiliki jumlah yang cukup signifikan, masing-masing 1.283 jiwa (15,6%) dan 1.379 jiwa (16,8%). Dengan persentase yang cukup besar ini, diperlukan perhatian khusus terhadap pelayanan kesehatan, kesejahteraan sosial, serta program dukungan bagi kelompok usia lanjut, seperti fasilitas kesehatan yang lebih ramah lansia dan program pemberdayaan komunitas.

Sementara itu, kelompok remaja mencapai 1.082 jiwa (13,2%), yang mencerminkan potensi sumber daya manusia di masa depan. Kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih dalam hal pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter agar mereka dapat berkembang menjadi generasi yang produktif.

Di sisi lain, jumlah anak dan balita masing-masing 527 jiwa (6,4%) dan 397 jiwa (4,8%), menunjukkan populasi usia dini yang perlu diperhatikan dari segi pendidikan usia dini dan layanan kesehatan anak. Penyediaan sarana pendidikan yang memadai, program gizi, serta pemantauan kesehatan menjadi aspek penting dalam memastikan pertumbuhan optimal bagi generasi ini.

Secara keseluruhan, distribusi usia penduduk ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk berada dalam kelompok usia produktif, tetapi juga memiliki jumlah lansia yang signifikan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan harus menyeimbangkan antara penyediaan lapangan kerja bagi kelompok produktif, penguatan pendidikan bagi generasi muda, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan kesejahteraan bagi kelompok lansia.