Capaian SDGs Desa Mengwi (Data Tahun 2021)

CAPAIAN KESELURUHAN : 60.14
SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs. SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.
- Desa Tanpa Kemiskinan
Capaian : 75.56
Tujuan ini menargetkan pada tahun 2030 kemiskinan di desa mencapai 0 persen. Artinya, pada tahun 2030, tidak boleh ada penduduk miskin di desa. Untuk mencapai target tersebut, tentu banyak kebijakan yang harus diambil dan dilaksanakan bersama-sama, dalam rangka pencapaian tujuan Desa tanpa kemiskinan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa, seperti, meningkatkan pendapatan penduduk miskin, menjamin akses terhadap pelayanan dasar serta melindungi seluruh masyarakat dari segala bentuk bencana.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
1.1.1 | Tingkat kemiskinan desa mencapai 0% | 96.12 | 331 | Jiwa |
1.1.2 | Tingkat kemiskinan ekstrem desa mencapai 0% | 85.27 | 1257 | Jiwa |
1.2.1 | Persentase warga desa peserta SJSN Bidang Kesehatan mencapai 100% | 77.83 | 1236 | Jiwa |
1.2.2 | Persentase warga desa peserta SJSN Bidang Ketenagakerjaan mencapai 100% | 25.08 | 80 | Jiwa |
1.3 | Keluarga miskin penerima bantuan sosial mencapai 100% | 23.97 | 122 | Keluarga |
1.4.1 | Individu miskin mendapat layanan kesehatan | 70.43 | 231 | Jiwa |
1.4.2 | Individu miskin mendapat pendidikan SD | 79.34 | 96 | Jiwa |
1.4.3 | Individu miskin mendapat pendidikan SMP | 88.89 | 64 | Jiwa |
1.4.4 | Individu miskin mendapat pendidikan SMA | 97.06 | 66 | Jiwa |
1.4.5 | Individu miskin mendapat pendidikan lanjutan (D3/S1/S2) | 3.34 | 42 | Jiwa |
1.4.6 | Keluarga miskin pengguna listrik (PLN/NonPLN) | 99.41 | 506 | Keluarga |
1.4.7 | Keluarga miskin dengan akses sanitasi layak | 97.45 | 496 | Keluarga |
1.4.8 | Keluarga miskin dengan kondisi rumah tidak kumuh subjektif | 99.61 | 507 | Keluarga |
1.4.9 | Keluarga miskin dengan kondisi rumah tidak kumuh objektif | 100 | 509 | Keluarga |
1.5 | Keluarga miskin korban bencana yang ditangani mencapai 100% | - | - | Jiwa |
- Desa Tanpa Kelaparan
Capaian : 46.11
Pada tahun 2030, tujuan ini menargetkan tidak ada kelaparan di desa, juga desa mencapai kedaulatan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Tujuan ini sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia yang termaktub dalam prioritas ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
2.1 | Prevalensi kurang gizi, kurus, stunting, anemia turun menjadi 0% | 100 | 0 | Jiwa |
2.2 | Prevalensi bayi mendapat ASI eksklusif mencapai 100% | 38.33 | 87 | Jiwa |
2.3 | Ada kawasan pertanian pangan berkelanjutan | 0 | 0 | RT |
- Desa Sehat dan Sejahtera
Capaian : 74.04
Tujuan ini dimaksudkan untuk menjamin kehidupan warga desa yang sehat demi terwujudnya kesejahteraan. Tujuan ini menyaratkan tersedianya akses yang mudah terhadap layanan kesehatan bagi warga desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
3.1 | BPJS Kesehatan mencapai 100% penduduk | 86.88 | 7412 | Jiwa |
3.11 | Korban penyalahgunakan NAPZA (narkoba) 100% ditangani panti rehabilitasi sosial | - | 0 | Kasus |
3.2 | Unmet need pelayanan kesehatan mencapai 0% | 21.65 | 1212 | Jiwa |
3.3 | Persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dan menggunakan tenaga kesehatan terampil mencapai 100% | 36.11 | 26 | Jiwa |
3.4 | Angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup mencapai 0 | 100 | 0 | Jiwa |
3.5 | Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup mencapai 0 | 99.77 | 1 | Jiwa |
3.7 | Prevalensi HIV, TBC, tekanan darah tinggi, obesitas, narkoba mencapai 0% | 99.81 | 16 |
Jiwa |
- Pendidikan Desa Berkualitas
Capaian : 77.97
Pendidikan merupakan bentuk investasi yang menentukan masa depan bangsa. Pendidikan menjadi syarat peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) desa.
Oleh karena itu, pemerintah desa bersama-sama dengan supra desa harus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan layanan pendidikan yang berkualitas bagi warga desa, serta akses yang mudah bagi warga desa terhadap layanan pendidikan.
Tujuan ini berfokus pada tersedianya layanan pendidikan keterampilan bagi warga desa, layanan pendidikan pra sekolah, pendidikan non formal, serta ketersediaan taman bacaan atau perpustakaan desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
4.1.1 | Akses anak ke SD/MI berakreditasi minimal B mencapai 100% | 99.75 | 2425 | Keluarga |
4.1.2 | Akses anak ke SMP/MTs berakreditasi minimal B mencapai 100% | 99.59 | 2421 | Keluarga |
4.1.3 | Akses anak ke SMA/MA berakreditasi minimal B mencapai 100% | 99.51 | 2419 | Keluarga |
4.2 | Akses anak ke pesantren mencapai 100% | 8.47 | 206 | Keluarga |
4.3.1 | APK SD/MI mencapai 100% | 91.27 | 617 | Jiwa |
4.3.2 | APK SMP/MTs mencapai 100% | 90.39 | 348 | Jiwa |
4.3.3 | APK SMA/MA mencapai 100% | 95.28 | 363 | Jiwa |
4.4.1 | APM SD/MI laki-laki dan perempuan mencapai 100% | 80.47 | 544 | Jiwa |
4.4.2 | APM SMP/MTs laki-laki dan perempuan mencapai 100% | 67.27 | 259 | Jiwa |
4.4.3 | APM SMA/MA laki-laki dan perempuan mencapai 100% | 69.82 | 266 | Jiwa |
4.6.1 | Rata-rata lama sekolah penduduk >20 tahun mencapai 12 tahun | 89.23 | 10.71 | Tahun |
4.6.2 | Rata-rata lama sekolah penduduk mencapai 12 tahun | 89.23 | 10.71 | Tahun |
4.7 | Tersedia Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan | 33.33 | 3 | RT |
- Keterlibatan Perempuan Desa
Capaian : 72.92
Dengan tujuan ini, pemerintah desa dengan dukungan dari berbagai pihak menjadi garda terdepan dalam pengarusutamaan gender. Pada tahun 2030, Tujuan SDGs Desa adalah terciptanya kondisi yang menempatkan semua warga desa dalam posisi yang adil, tanpa diskriminasi terhadap perempuan dalam segala aspek kehidupan.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
5.1 | Perdes/SK Kades yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuan minimal 30% | 100 | 1 | Peraturan |
5.2 | Terdapat perdes/SK Kades yang menjamin perempuan untuk mendapatkan pelayanan, informasi, dan pendidikan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. | 0 | 0 | Peraturan |
5.3 | Prevalensi kasus kekerasan terhadap anak perempuan mencapai 0% | 100 | 0 | Kasus |
5.5 | Median usia kawin pertama perempuan (pendewasaan usia kawin pertama) di atas 18 tahun | 100 | 25 | Tahun |
5.7 | APK SMA/SMK/MA/sederajat mencapai 100% | 95.28 | 363 | Jiwa |
5.8 | Persentase jumlah perempuan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa minimal 30% | 15.15 | 1 | Jiwa |
5.9 | Persentase jumlah perempuan yang menghadiri musdes dan berpartisipasi dalam pembangunan desa minimal 30% | 100 | 1 | Jiwa |
- Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi
Capaian : 73.08
Air bersih dan sanitasi layak adalah kebutuhan dasar manusia. Pemenuhan air bersih dan sanitasi yang layak masih menjadi problem di seluruh dunia. Karena itulah, pemenuhan atas kebutuhan air bersih, air minum dan sanitasi menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
6.1.1 | Akses terhadap layanan air minum layak mencapai 100% keluarga | 99.59 | 2421 | Keluarga |
6.1.2 | Akses terhadap sanitasi layak mencapai 100% keluarga | 96.54 | 2347 | Keluarga |
6.12 | Air danau dan sungai tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa | 100 | 3 | Danau dan Sungai |
6.2 | Keluarga dan industri yang dilayani air baku mencapai 100% | 99.79 | 2426 | Keluarga |
6.3 | Keluarga dan industri pengguna fasilitas air limbah dan lumpur tinja mencapai 100% | 22.01 | 535 | Keluarga |
6.4 | Kualitas sumber air tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa di seluruh RT | 66.67 | 6 | RT |
6.5 | Terdapat perdes/SK Kades tentang penggunaan air tanah, tata kelola sumber daya air | 0 | 0 | Peraturan |
6.7 | Tersedianya perdes/SK Kades pelestarian lingkungan di sekitar aliran sungai | 100 | 1 | Peraturan |
- Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan
Capaian : 99.82
Tujuan SDGs Desa ini memastikan semua orang memiliki akses terhadap energi terbarukan. Capaian tujuan ini sampai tahun 2030 dapat diukur dengan beberapa indikator, di antaranya: konsumsi listrik rumah tangga di Desa mencapai minimal 1.200 KwH; Rumah tangga di Desa menggunakan gas atau sampah kayu untuk memasak; penggunaan bauran energyi terbarukan di desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
7.1 | Keluarga pengguna listrik mencapai 100% dengan konsumsi >1.200 KwH/kapita | 99.47 | 2418 | Keluarga |
7.2 | Keluarga pengguna gas atau sampah kayu untuk memasak mencapai 100% | 100 | 2431 | Keluarga |
7.4 | Keluarga pengguna minyak untuk transportasi dan memasak <50% | 100 | 0 | Keluarga |
- Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata
Capaian : 43.38
Pertumbuhan ekonomi yang disertai pemerataan hasil pembangunan menjadi target utama tujuan SDGs Desa ini, di antaranya dengan cara menciptakan lapangan kerja yang layak, serta membuka peluang ekonomi baru bagi semua warga desa. Indikator keberhasilan tujuan ini mencakup terserapnya angkatan kerja dalam lapangan kerja; terlaksananya padat karya tunai desa yang mampu menyerap 50 persen angkatan kerja desa; tempat kerja yang memberikan rasa aman dan dilengkapi dengan fasilitas layanan kesehatan.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
8.1 | PDB Desa rata-rata di atas Rp 30 juta | 78.13 | 24220879.34 | Rupiah |
8.2 | Pekerja sektor formal minimal 51% | 25.71 | 504 | Jiwa |
8.3 | Terdapat akses permodalan formal, dan UMKM mendapat aksesnya | 27.78 | 5 | RT |
8.4 | Tingkat pengangguran terbuka 0% | 74.5 | 1316 | Jiwa |
8.6 | Angkatan kerja baru yang dilatih mencapai 100% | 10.79 | 142 | Jiwa |
- Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan
Capaian : 41.67
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif, maka keandalan infrastruktur desa sangat menentukan. Mulai dari infrstruktur jalan desa, jalan poros desa, maupun infrastruktur lainnya, yang mendukung aktivitas ekonomi warga desa, seperti infrastruktur bidang pertanian, perikanan, serta sektor-sektor lainnya.
Selain infrastruktur, SDGs Desa juga menekannya lahirnya inovasi di desa dalam semua bidang, seperti ekonomi, pelayanan publik, serta produk-produk unggulan desa. Oleh karena itu, SDGs Desa menggunakan beberapa indikator keberhasilan yang dapat dilakukan oleh pemerintah desa maupun supra desa, di antaranya: kondisi jalan yang andal; dermaga/tambatan perahu; pertumbuhan industri di desa; serta kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
9.1 | Jalan kondisi baik mencapai 100% | 83.33 | 10 | km |
9.2 | Dermaga/tambatan perahu kondisi baik mencapai 100% | - | 0 | Dermaga |
9.5 | Industri yang mencemari udara mencapai 0% | 0 | 1 | RT |
- Desa Tanpa Kesenjangan
Capaian : 40.13
Kesenjangan merupakan indikator bahwa hasil pembangunan ekonomi suatu daerah atau negara, tidak dinikmati secara merata oleh berbagai kelompok kesejahteraan. Oleh karena itu, upaya penurunan ketimpangan menjadi upaya penting dalam mengatasi kemiskinan.
SDGs Desa bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan kesenjangan tersebut pada tahun 2030. Untuk itulah, keberhasilan capaian tujuan ini diukur dengan koefisien Gini desa; tingkat kemiskinan di desa; status perkembangan desa; serta indeks kebebasan sipil di desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
10.1 | Koefisien Gini desa di bawah 0,200 | 20.1 | 1 | - |
10.3 | Indeks kebebasan sipil mencapai skor 100% | 99.97 | 3235 | Jiwa |
10.4 | Jumlah pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 100% | 40.45 | 1557 | Jiwa |
10.5 | Tersedia perdes/SK Kades tentang advokasi pekerja migran | 0 | 0 | Peraturan |
- Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman
Capaian : 60.45
Pemukiman adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, agar manusia dapat menjalankan fungsi-fungsi sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Pemenuhan hak atas pemukiman menyaratkan pemukiman yang layak, bersih, aman, dan berkelanjutan. Persentase jumlah rumah layak huni di perkotaan lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
Pemukiman adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, agar manusia dapat menjalankan fungsi-fungsi sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Pemenuhan hak atas pemukiman menyaratkan pemukiman yang layak, bersih, aman, dan berkelanjutan. Persentase jumlah rumah layak huni di perkotaan lebih banyak dibandingkan di perdesaan.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
11.1 | Rumah kumuh mencapai 0% | 99.75 | 6 | Keluarga |
11.10 | Terdapat taman/lapangan di desa | 77.78 | 7 | RT |
11.2 | Pengamanan dilaksanakan di 100% RT | 11.11 | 1 | RT |
11.3 | Keluarga, orang tua, perempuan dan difabel pengguna moda transportasi umum >50% | 3.78 | 46 | Keluarga |
11.5 | Swasta dan organisasi kemasyarakatan cangkrukan untuk pembangunan desa | 100 | 1 | Kerjasama |
11.7 | Tersedia peringatan dini bencana | 33.33 | 3 | RT |
11.9 | Terdapat pengolahan sampah dan penanganan sampah keluarga mencapai 100% | 97.37 | 2367 | Keluarga |
- Konsumsi dan Produk Desa Sadar Lingkungan
Capaian : 11.11
Tujuan ini berkaitan dengan upaya mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan terhadap bumi melalui pola produksi dan konsumsi yang sewajarnya. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam mewujudkan kesejahteraan warga. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang diciptakan harus mempertimbangkan keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan langkah pengurangan jejak ekologi dengan mengubah cara memproduksi dan mengkonsumsi makanan dan sumber daya lainnya. Pemisahan pertumbuhan ekonomi dari penggunaan sumber daya dan degradasi lingkungan adalah salah satu tujuan SDGs Desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
12.1 | Tersedia Perdes/SK Kades tentang kegiatan usaha yang tidak menimbulkan pencemaran dan pengelolaan limbah serta sampah rumah tangga | 0 | 0 | Desa |
12.2 | Tersedia unit pengolah sampah | 22.22 | 2 | RT |
- Desa Tanggap Perubahan Iklim
Capaian : 33.33
SDGs Desa ini bertujuan untuk membantu pengurangan dampak perubahan iklim global, dengan beberapa program yang dapat dilakukan oleh pemerintah desa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Keberhasilan capaian tujuan ini dapat dilihat dari beberapa indikator, salah satunya dengan indeks resiko bencana di desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
13.2 | Penanganan/mitigasi bencana mencakup 100% terhadap peluang kebencanaan tiap RT | 33.33 | 3 | RT |
- Desa Peduli Lingkungan Laut
Capaian : 50
Tujuan SDGs Desa ini adalah untuk melindungi pantai dan lautan. Untuk mengukur keberhasilan capaian tujuan ini, digunakan beberapa indikator berikut: kebijakan desa terkait perlindungan sumberdaya laut; terjadinya peningkatan penangkapan ikan secara wajar; serta tidak terjadinya illegal fishing.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
14.1 | Tersedia perdes/SK Kades tentang tata ruang desa dan perlindungan sumber daya laut | 0 | 0 | Peraturan |
14.3 | Luas kawasan konservasi perairan minimal 33% dari luas desa | - | 0 | m2 |
14.5 | Tidak ada ilegal fishing | 100 | 1 | Kejadian |
- Desa Peduli Lingkungan Darat
Capaian : 37.04
Demi terpenuhinya kebutuhan manusia saat ini dan masa yang akan datang, serta demi melindungi margasatwa, maka SDGs Desa ini bertujuan untuk melindungi sumber daya alam dan margasatwa. Untuk melihat keberhasilan capaian tujuan ini, digunakan indikator diantaranya kebijakan pemerintah desa terkait upaya pelestarian keanekaragaman hayati; luas lahan terbuka hijau; serta jumlah satwa terancam punah.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
15.1 | Tersedia perdes/SK Kades tentang pelestarian keanekaragaman hayati | 0 | 0 | Peraturan |
15.2 | Luas kawasan lahan terbuka minimal 33% dari luas desa | 100 | 1476500 | ha |
15.3 | Luas lahan hutan rusak dan lahan kritis di hutan mencapai 0%, pemanfaatan kayu dari hutan yang direstorasi | 11.11 | 1 | RT |
15.5 | Peningkatan satwa yang terancam punah >50% | - | 0 | Ekor |
- Desa Damai Berkeadilan
Capaian : 95.84
Tujuan SDGs Desa ini menetapkan beberapa target yang harus dicapai pada tahun 2030: tidak adanya kejadian kriminalitas, perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta kekerasan terhadap anak; lestarinya budaya gotong royong di desa; meningkatkannya indeks demokrasi di desa; serta tidak adanya perdagangan manusia dan pekerja anak.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
16.1 | Kriminalitas, perkelahian, KDRT, kekerasan terhadap anak mencapai 0% | 100 | 0 | Kejadian |
16.10 | Perempuan dalam BPD dan perangkat desa mencapai minimal 30% | 100 | 11 | Jiwa |
16.11 | Indeks lembaga demokrasi, kebebasan sipil, dan hak politik mencapai 100% | 99.97 | 3235 | Jiwa |
16.13 | Penanganan terhadap aduan pelanggaran karena suku, agama, ras, dan golongan mencapai 100% | - | 0 | RT |
16.14 | Dokumen perencanaan dan keuangan desa dapat diakses publik, disediakan dalam waktu sehari, dan seluruh pengaduan informasi ditangani | 100 | 1 | Sistem informasi dan keuangan yang diperbaharui |
16.2 | Terselenggara gotong royong antar penduduk berbeda agama, ras, golongan | 81.86 | 5686 | Jiwa |
16.3 | Pekerja anak mencapai 0% | 99.71 | 5 | Jiwa |
16.4 | Perdagangan manusia mencapai 0% | 100 | 0 | Kasus |
16.7 | Laporan pertanggungjawaban Kades dan laporan keuangan diterima dalam Musdes | 100 | 1 | Laporan |
16.8 | SOTK pemerintahan desa sesuai peraturan yang berlaku | 77.78 | 7 | Jiwa |
16.9 | Tingkat kepuasan layanan pemerintah desa tinggi | 99.08 | 5142 | Jiwa |
- Kemitraan Untuk Pembangunan Desa
Capaian : 100
Kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan desa ini pada dasarnya merupakan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan desa untuk mewujudkan seluruh tujuan pembangunan berkelanjutan. Karena, pembangunan desa tidak akan berhasil maksimal tanpa keterlibatan pihak-pihak yang terkait. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda penggerak desa, perempuan penggerak ekonomi desa, perguruan tinggi, dunia usaha, supra desa, tentu juga aparatur desa dan Badan Permusyaratan Desa (BPD).
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
17.1 | Rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB Desa di atas 12% per tahun | 100 | Rp 5.446.360.000 | Rupiah |
17.2 | Terdapat kerja sama desa dengan desa lain, pihak ketiga, dan lembaga internasional | 100 | 1 | Kerjasama |
17.3 | Tersedia jaringan internet tetap (wifi) dan mobile (handphone) berkecepatan tinggi | 100 | 1 | Jaringan internet |
17.6 | Tersedia data statistik desa setiap tahun, aplikasi statistik dan petugas bidang statistik di desa | 100 | 100 | Data dan petugas statistik |
17.7 | Tersedia data SDGs setiap tahun | 100 | 1 | Data SDG |
- Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif
Capaian : 50.98
Kelembagaan desa merupakan komponen yang sangat vital untuk mendorong keberlanjutan pembangunan. Karena itulah, keberadaan kelembagaan Desa harus diperkuat sehingga dapat menopang pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
SDGs Desa berusaha untuk mempertahankan kearifan lokal, serta melakukan revitalisasi dan menggerakan seluruh elemen lembaga-lembaga di tingkat desa. Karena, keterlibatan semua elemen desa, kuat dan berfungsinya lembaga di desa dalam kehidupan masyarakat, akan menjadi penopang kehidupan kebhinnekaan di desa yang dinamis, serta pendorong tercapainya SDGs Desa.
No | Sasaran | Capaian | Data 2021 | Satuan |
18.1 | Kegiatan tolong menolong yang didasarkan pada ajaran agama | 80.9 | 5619 | Jiwa |
18.10 | Penyelesaian masalah sosial melalui pendekatan budaya >50% | - | 0 | RT |
18.2 | Tokoh agama berpartisipasi dalam musdes dan implementasi pembangunan desa | 0 | 0 | Musdes |
18.5 | Pelaksanaan musdes minimal 4 kali setahun | 25 | 1 | Musdes |
18.6 | Tersedia dokumen RPJMDes, RKPDes, APBDes | 100 | 3 | Dokumen |
18.7 | Tersedia peta batas desa yang telah ditetapkan oleh bupati/walikota | 100 | 1 | Peta desa |
18.9 | Budaya yang dilestarikan mencapai 100%, lembaga adat aktif | 0 | 0 | RT |